Pantun Pendidikan

Pantun Pendidikan

Pantun Pendidikan – Pantun pendidikan merupakan jenis pantun yang berasal dari puisi lama dengan format 4 baris bersajak a-b-a-b dan 2 baris terakhir sebagai inti pantun tersebut. Pantun Indonesia ini pada baris pertama dan kedua berupa sampiran sementara baris ketiga dan keempat merupakan inti pantun.

Tema pantun pendidikan adalah jenis pantun Indonesia yang berisi ilmu atau semangat mencari ilmu sebagai titik motivasi dalam belajar. Adapun ciri pantun pendidikan tersebut adalah berisikan kehidupan disekolah, motivasi belajar, apresiasi terhadap guru serta pentingnya mencari ilmu.

Berikut adalah contoh-contoh pantun pendidikan.

Pantun Pendidikan
Pantun Pendidikan/ Sumber Image : Pixabay.com

Contoh Pantun Pendidikan

 

Pergi ke pasar membeli pasak

Tidak lupa membeli papan

Percuma saja punya ilmu banyak

Kalau itu tidak pernah di amalkan

 

Bangun pagi langsung ke sawah

Dijalan ketemu pak camat

Pendidikan bukan cuma cari ijasah

Tapi cari ilmu yang bermanfaat

 

Pisau di dapur haruslah diasah

Supaya tajam dan jadi kuat

Belajar harus tanpa kenal lelah

Agar dapat ilmu yang bermanfaat

 

Jika pohon harus dipanjat

Kaki jangan melompat-lompat

Jika ingin naik derajat

Ilmu dan iman harus diangkat

 

Pisau didapur harus diasah

Supaya daging dapat dicacah

Belajar tidak kenal lelah

Niscaya akan mendapat faedah

 

Begitu luas lautan

Yang harus kita selami

Begitu luas wawasan

Yang harus kita dalami

 

Ayam enak jika dibakar

Namun lebih mantap dijadikan pepesan

Guru jangan hanya pandai mengajar

Namun harus jadi teladan

 

Baca Juga : Kumpulan Pantun Jenaka Lucu dan Menghibur

 

Piknik marilah bawa banyak tikar

Dekap erat jangan sampai tergores

Pendidikan bukan tentang gelar

Semua itu murni menceritakan proses

 

Sesudah sungai kian meriak

Air pun ngalir hingga lautan

Sesudah dapat ilmu yang banyak

Lalu ajarkan juga amalkan

 

Jalan-jalan ke kota kendari

Tidak lupa ajak ibu bapak

Amalkan ilmu sehari-hari

Agar tak lupa didalam benak

 

Sore hari pulang ke rumah

Langsung tidur capek sekali

Cari ilmu tak hanya disekolah

Tapi juga dikehidupan sehari-hari

 

Kain dijahit jadilah baju

Bukan menjadi nisan jenazah

Sekolah untuk mencari ilmu

Bukan sekedar dapat ijazah

 

Agus orangnya suka merenung

Tiap hari tidak pernah lupa

Jikalau nanti engkau pun bingung

Tanyakan saja pada ahlinya

 

Anak kucing mengejar tikus

Tikus berlari terbirit-birit

Jika belajar tidak serius

Menjadi pintar pun makin sulit

 

Hujan turun bulan Januari

Membuat banjir disekitaran

Mari belajar sepanjang hari

Dari buaian hingga kuburan

 

Jikalau kamu bertemu agung

Sampaikan salamku padanya

Kalau nanti kamu bingung

Tanyakan langsung pada ahlinya

 

Air tidak hanya ada di gelas

Diteko pun ada air selalu

Pengajar bukan hanya dikelas

Pengalaman pun juga gurumu

 

 

Petang datang para tamu

Jauh dari seberang sana

Rajinlah engkau meraih ilnu

Sebagai bekal dihati tua

 

 

Lautan luas warnanya biru

Ada ikan, cumi, dan gurita

Hormatilah ibu dan bapak guru

Karena mereka sangatlah berjasa

 

Percuma punya liontin emas

Kalau emasnya emas palsu

Percuma punya otak yang cerdas

Jika akhlaknya buruk selalu

 

Jalan-jalan keliling kota

Tidak lupa membeli baju

Percuma punya banyak harta

Kalau masih miskin ilmu

 

Warna merah sebagai tanda

Telah datang waktu senja

Dengarlah nasehat wahai ananda

Pendidikan adalah hal utama

 

Pergi jauh mengendarai kuda

Terlepas ia hilanglah pula pelana

Usia boleh tak lagi muda

Tapi semangat baca harus selalu ada

 

Burung saling kicau menyahuti

Tetapi jangan sampai ada kelahi

Sesama teman harus saling menghormati

Jangan malah saling memaki

 

Pohon menjulang tinggi-tinggi

Jangan sampai ia ditebang

Guru mengajar lah sepenuh hati

Jangan sekedar mencari uang

 

Tak ada kayu jadinya rotan

Tak ada nasi adanya ketan

Hormati guru sayangi teman

Itu namanya murid budiman

 

Jangan remehkan burung hantu

Sebab burung pun bisa memekik

Janganlah sombong jika berilmu

Sebab hal itu tidaklah baik

 

Ada kucing sedang mengeong

Meminta makan pada induknya

Jika berilmu janganlah sombong

Yang lebih pintar banyak jumlahnya

 

Kalau harimau sedang mangaum

Bunyinya sangat berirama

Kalau ada ulangan umum

Marilah kita belajar bersama

 

Potong bambu dengan dibelah

Bambu terbelah karena matahari

Barangsiapa yang malas sekolah

Akan menyesal dikemudian hari

 

Orang bijak suka pada bahasa

Bahasa luas bahasa masyarakat

Bahasa adalah identitas bangsa

Bangsa terhormat memiliki martabat

 

Jalan-jalan di kota blitar

Jangan lupa membeli sukun

Jikalau kamu ingin pintar

Belajarlah dengan tekun

 

Hayam Wuruk raja yang mashur

Gajah Mada menyatukan bangsa

Cinta ilmu sepanjang umur

Cinta bangsa sepanjang masa

 

Buah duku asal palembang

Pulau Bali terkenal mangganya

Membaca buku janganlah jarang

Sebab buku jendela dunia

 

Kalau kamu pergi ke dusun

Jangan lupa membawa beras

Belajarlah secara tekun

Supaya kamu naik kelas

 

Jika akan datang melamar

Jangan banyak tulis dihapus

Apabila siswa rajin belajar

Sudah pasti akan lulus

 

Merah warna buah tomat

Membuat sayur jadi nikmat

Mari kita mencari sahabat

Supaya hidup punya manfaat

 

 

 

 

Pergi ke hutan berburu hewan

Hutannya sepi hewannya tiada

Kalau bertemu guru dijalan

Jalan lupa untuk hormat sapa

 

Tanah lapang tanah bahagia

Banyak keluarga bersuka cita

Sampai saat tua tiba

Pendidikan tetap utama

 

Jadi orang harus sabar

Jangan sampai emosi naik

Jadi anak harus rajin belajar

Agar bisa dapat nilai baik

 

Jalan-jalan keliling desa

Tidak lupa teman diajak

Manusia hidup didunia

Harus cari ilmu yang banyak

 

Surya tenggelam di ufuk barat

Dengan bulan tak pernah bertemu

Siapa hendak mencari akhirat

Dia harus dengan ilmu

 

Boleh saja berlalu lalang

Tapi harus taat peraturan

Boleh saja bersenang-senang

Tapi jangan lupa pendidikan

 

Pergi ke sungai memancing ikan

Memasang umpan agar terkena

Jika kau ingin berwawasan

Maka rajinlah membaca

 

Pergi ke pasar membeli tikar

Tikar terbuat dari anyaman

Saya murid baru belajar

Kalau ada salah mohon betulkan

 

Berkumpul dengan keluarga untuk arisan

Pelamun sibuk dengan hayalan

Barangsiapa bermalas-malasan

Kelak hidup penuh dengan penyesalan

 

Jauh rezeki tak perlu difikirkan

Bekerja dan berdoa pada Tuhan

Apabila pendidikan disingkirkan

Bersiap hadapi kesulitan

 

Anak kecil bernama sonia

Jika sakit minumlah jamu

Siap hendak dapat dunia

Mestilah ia menuntut ilmu

 

Syair indah tersebab rima

Direnungi oleh para petapa

Ilmu agama adalah utama

Ilmu dunia tak boleh dilupa

 

Perang datang para tamu

Jauh ada diseberang sana

Rajinlah kamu mencari ilmu

Untuk bekal di hari tua

Warna merah adalah tanda

Masuk sudah waktu senja

Dengar nasihat wahai ananda

Pendidikan adalah hal utama

 

Hujan turun mulai pagi

Membuat banjir tak terhindarkan

Mari belajar sepanjang hari

Dari buaian hingga ke kuburan

 

Kerja tak boleh kenal lelah

Dari hari senin sampai sabtu

Guru bukan hanya ada disekolah

Pengalaman juga termasuk guru

 

Jalan-jalan pergi ke pantai

Dipantai banyak pasir kasar

Jika kau ingin jadi pandai

Maka harus rajinlah belajar

 

Jalan-jalan ke Surabaya

Tidak lupa membeli gula

Hormatilah guru-guru kita

Pahlawan tanpa tanda jasa

 

Daun pandan daun suji

Ada juga daun selasih

Bersihkan badan pergi mengaji

Supaya hati menjadi bersih

 

Memang jauh negeri arab

Tempat tinggal bagi kerabat

Kepada Allah kita berharap

Mendapat ampunan dan juga rahmat

 

Beli bola jumlahnya lima

Aneka rupa warna-warnanya

Ilmu agama adalah utamanya

Bekal akhirat dan juga dunia

 

Bersedekahlah pada si miskin

Banyak dosa segera bertaubat

Kajilah al-quran sebaik mungkin

Agar jadi syafaat dihari kiamat

 

Topan badai datang melanda

Mengiring awan yang gemawan

Dunia penuh dengan godaan

Didalamnya ada banyak tipuan

 

Beli dua dapat tiga

Murahlah hati pada penjual nya

Cita-cita hendak ke syurga

Janganlah kamu silau dunia

 

Kadang sawah selalu digarap

Pak tani dapatkan untung

Cinta Allah selalu diharap

Dari murka-Nya kira berlindung

 

Sembilu yang tajam menyayat

Daun kelapa dibuat ketupat

Jauhilah segala maksiat

Ilmu akan masuk dengan cepat

 

Jika kamu tidak pake baju

Pasti malu dilihat tetangga

Jika kamu tidak punya ilmu

Seumur hidup akan sengsara

 

Mendapat rusa belang di kaki

Rusanya makan daun suji

Hendaklah kamu memiliki

Segenap akhlak baik terpuji

 

Langit membentang berwarna biru

Langit dan laut tak akan bertemu

Hormati olehmu seorang guru

Mereka jadi sumber segala ilmu

 

Burung bangau turun ke rawa

Datangnya dari selat malaka

Hormatilah dua orang tua

Jangan kamu bersikap durhaka

 

Beli kacang beli kecipir

Kayu jati bagus di ukir

Pada teman janganlah kikir

Jadilah orang pandai berpikir

 

Senja hari langit warna jingga

Datang perut lantas membelah

Berjuanglah jangan menyerah

Jika begitu tak akan kalah

 

Beras baru di karung goni

Pagi hari membawa ke pasar

Jadilah sosok yang berani

Jika berjalan di arah yang benar

 

Pohon jati kuat kayunya

Pohon nyiur batangnya tinggi

Murid sejati banyak ilmunya

Untuk bekal di hari nanti

 

Jangan pakai baju merah

Warna merah banteng suka

Jangan suka marah-marah

Marah itu banyak ruginya

 

Pergi ke pasar naik delman

Dipasar bertemu saudagar

Orang sabar disayang tuhan

Dibenci Tuhan jika tak sabar

 

Jika kamu hendak beli bubur

Belinya saat siang

Jika kamu orang yang jujur

Banyak orang yang akan sayang

 

Tuang tajin dalam loyang

Loyangnya bekas ketan

Jika kamu rajin sembahyang

Pasti akan disayang Tuhan

 

Malam hari membakar ikan

Meniti kaki pada semaian

Ketekunan tidak dapat digantikan

Sekalipun dilakukan oleh kepandaian

 

Hidup bahagia orang yang beriman

Hatinya tunduk pada Robbul izzati

Kasih sayanglah kepada teman

Banyak teman banyak rezeki

 

Hidup didunia tidak akan lama

Ke akhirat lah tempat berpulang

Rendah hatilah pada sesama

Niscaya diri akan disayang

 

Tegak rumah ada tiang

Rumah panggung terdapat kolong

Sewaktu hidup tak pernah sembahyang

Masuk neraka tak ada penolong

 

Di laut ada ubur-ubur

Di ladang menanam umbi kencur

Menyesal mayat didalam kubur

Dipalu dicambuk badannya hancur

 

Dari trengganu menuju kedah

Kuala lumpur terlewat lah sudah

Siapa yang rajin beribadah

Maka syurga tempatnya indah

 

Berkilau cahaya dari permata

Sebagai hiasan untuk kepala

Siapa yang bakti pada pencipta

Tentunya akan dapat pahala

 

Hari minggu memancing ikan

Ikan dibakar lalu dimakan

Puasa ramadhan harus dijalankan

Doa setahun terhapuskan

 

Pergi ke pasar membeli meja

Tidak lupa membeli papan

Belajar ilmu dunia boleh saja

Tapi ilmu agama jangan dilupakan

 

Terkena hujan pakaian basah

Air hujan mengalir ke hulu

Jika kamu tak ingin salah

Ikutilah petunjuk guru

 

Siang hari enaknya santai

Tidur siang lupakan dunia

Jadilah siswa yang rajin dan pandai

Demi masa depan bangsa dan negara

 

Demikianlah contoh pantun pendidikan beserta maknanya semoga menginspirasi memotivasi kita untuk terus memperjuangkan ilmu. Pada dasarnya pantun adalah bagian dari ilmu maka jangan pernah bosan untuk mencari ilmu.

 

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.