Admin Baru Membaca memperkaya ilmuku dan memperluas imajinasiku.

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka- Pantun dibedakan menjadi beberapa jenis menurut fungsi dan juga tentunya makna yang disampaikan dalam pantun itu sendiri.

Perlu kamu ketahui setiap pantun yang disampaikan mempunyai makna sendiri, sehingga pantun bukan hanya menjadi rangkaian kata tanpa makna.

Dari satu diantara jenis pantun yang terkenal dan terpopuler adalah pantun jenaka. Dari istilahnya saja kamu pasti sudah bisa menebak, pantun tersebut akan membahas hal-hal yang lucu dan menghibur bagi para pendengarnya.

Sehingga ketika dibacakan, para pendengar merasakan suasana riang gembira.

Apa Itu Jenaka?

Apa Itu Jenaka
pixabay.com

Apa sih arti jenaka? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Jenaka adalah membangkitkan tawa, kocak, lucu, menggelik. Jadi pantun jenaka yaitu pantun yang lucu.

Mungkin pada saat ini bisa disebut sebagai pantun lucu humor atau gokil.

Jenaka berasal dari bahasa Melayu. Pantun sendiri sebetulnya lebih berkembang kepada suku Melayu. Oleh sebab itu, saat kami studi pantun, khususnya pantun-pantun lama, kami banyak menerima kalimat yang asing.

Pengertian Pantun Jenaka

Pengertian Pantun Jenaka
pixabay.com

Dalam pengertian pantun jenaka sendiri mempunyai tujuan yaitu untuk menghibur bagi orang yang menyaksikan atau mendengarnya, namun terkadang pantun bisa juga dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam kondisi dan suasana penuh keakraban, dan tentunya tidak akan menimbulkan rasa tersinggung.

Dengan adanya pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang dan penuh kebahagiaan.

Fungsi Pantun Jenaka

Fungsi Pantun Jenaka
klikpapua.com

Pantun selalu dibedakan sesuai dengan fungsinya. Perbedaan dilakukan agar makna atau pesan yang mau disampaikan dalam pantun dapat dipahamai dengan baik oleh pembaca ataupun pendengarnya.

Begitu juga dengan pantun jenaka, jadi ada beberapa fungsi dari pantun jenaka yang perlu kamu ketahui.

Ketika kamu mengetahui dari fungsi pantun jenaka, maka kamu akan lebih memahami mengenai jenis pantun ini.

Berikut fungsi dari pantun jenaka:

  1. Sebagai bahan hiburan kepada teman yang sedang merasakan kesedihan.
  2. Sebagai bahan untuk membangun keakraban dari dua orang yang baru bertemu atau mengenal.
  3. Sebagai salah satu strategi untuk memberikan pesan moral yang mudah diterima dan dipahami oleh orang lain.
  4. Sebagai bentuk sindiran pada orang lain namun tanpa ada unsur untuk menyinggung perasaan ataupun melukai hati.
  5. Sebagai media untuk mencairkan suasana saat berkumpul bersama keluarga besar ataupun teman-teman kelompok.

Ciri-Ciri Pantun Jenaka

Ciri-Ciri Pantun Jenaka
slideplayer.com

Sebagai puisi lama yang terikat, pantun jenaka dan juga macam pantun lainnya, mempunyai ciri khusus. Ciri-ciri ini semestinya bisa diamati dikala kamu mau membikin pantun.

Tentu, pantun yang kamu buat dapat disalahkan jikalau tak mengikuti ciri yang menjadi kaidah pembuatan pantun tersebut.

Berikut beberapa ciri pantun yang harus diketahui:

  • Terdiri atas 4 baris.
  • Jumlah kata dalam setiap baris sebanyak 8 hingga 12 suku kata.
  • Baris pertama dan kedua disebut bersama sampiran.
  • Baris ketiga dan terhitung keempat disebut bersama isi.
  • Memiliki pola sajak A-B-A-B.

Jenis Jenis Pantun Jenaka

Jenis Jenis Pantun Jenaka
pixabay.com

Banyak sekali macam dari pantun jenaka. Sehingga kamu bisa memilih salah satu jenis dari pantun jenaka nantinya.

Berikut ini jenis pantun jenaka, yang sering digunakan pada umumnya:

1. Pantun jenaka kelakar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kelakar mempunyai arti kata-kata lucu yang dapat membikin orang lain ngakak. Itu artinya pantun jenaka kelakar adalah variasi pantun jenaka yang mempunyai rangkaian kata-kata lucu dengan tujuan membikin orang lain ngakak atau tertawa gembira.

2. Pantun Jenaka Ejekan atau Olok Olok

Jenis pantun jenaka dengan rangkaian kata-kata yang bertujuan untuk mengolok-olok orang atau keadaan tertentu. Walaupun berupa ejekan, tapi pantun jenaka macam ini tak bermaksud untuk merendahkan seseorang.

3. Pantun Jenaka Sindiran

Yaitu variasi pantun jenaka dengan rangkaian kata-kata sindiran yang hakekatnya bertujuan untuk mengingatkan atau memberi nasehat orang atau masyarakat. Walaupun kata-kata berupa sindiran, umumnya orang yang disindir tak akan sakit hati, sebab memang dikemas dengan ringan dan jenaka.

4. Pantun Jenaka Dongen Binatang

Kalau jenis pantun jenaka yang ini cocok untuk anak-anak. Selain suka dongeng-dongen binatang, anak-anak pasti sangat suka jika mendengar atau melihat sesuatu yang lucu.

Kumpulan Pantun Jenaka

Kumpulan Pantun Jenaka
pixabay.com

Pantun jenaka yaitu pantun yang isinya bisa menghibur para pembaca sebab mengandung unsur lucu dan mengundang tawa. Pantun ini biasannya menggabungkan bermacam subjek dan obyek yang membikin para pembacanya ngakak karna kelucuannya.

Berikut ini merupakan beberapa kumpulan pantun jenaka yang bisa kamu gunakan sebagai bahan ngelawakmu.

Pantun Jenaka Lucu Banget

Pantun Jenaka Lucu Banget
syahida.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pohon pisan daunnya layu Bisa dijadikan pupuk disawah Saat abang bilang i lop you Ku cuma bisa bilang, cius miapah.[/su_note]

Nemu gelang di pekarangan
Tapi gelang sudah karatan
Siapa nyampah sembarangan
Pasti pacarnya orang utan

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Naik delman
Mau ke taman
Dia tamban
Tapi ko jerawatan.[/su_note]

Burung Glatik
Lagi hinggap di batu. . .
Kamu memang cantik
Tapi kok badannya bau

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Bola pingpong dimakan gelatik
Biar ompong yang penting cantik.[/su_note]

Wajahmu memang imut
Bodimu kaya siput
Tingkahmu membuat ku salut
Tapi sayang hobimu kentut.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Ada so’imah
Megang kayu
Terus masalah
buat you?[/su_note]

Buah mangga buah kedondong
Buah nanas buah apel
Buah manggis buah duren
Itulah nama “buah-buahan”

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Anjing bermain dengan tali
Kera duduk membaca koran
Bagaimana hati tak geli
Kepala botak suka sisiran.[/su_note]

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu katak di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang

Pantun Jenaka 2 Baris

Pantun Jenaka 2 Baris

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Ikan hiu makan kebo
I love you brow…[/su_note]

Burung perkutut, burung kutilang
Pacarku kentut, gak bilang-bilang

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pohon randu di buat peti
Hatiku rindu setengah mati.[/su_note]

Mbak jamu baca berita
Cuma kamu yang aku cinta

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Rumah Prancis berjendela kaca
Salam manis buat yang baca.[/su_note]

Minum jamu makan nangka
Lihat kamu langsung ku suka

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Ikan hiu makan dinamit
Yuk kita merit…[/su_note]

Bikin atap dari lontar
Kamu menatap, hatiku bergetar

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Tong kosong nyaring bunyinya
Kalo hatimu kosong, bolehkah aku mengisinya?[/su_note]

Satu tambah satu sama dengan dua
Aku sama kamu cinta sampai tua

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Beli ketan, beli kain songket.
Biar udah mantan, kita tetep lengket.[/su_note]

Odong odong bertalu talu
Kapang dong kita ke penghulu?

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Minum jamu di pinggir kali
Deket kamu nyaman sekali.[/su_note]

Rumah perdu berjendela kaca
Salam rindu buat yang baca

Pantun Jenaka 4 Baris

Pantun Jenaka 4 Baris

 

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kutub utara kutub selatan
Banyak pinguin olahraga senam
Pergi tamansya ke kebun binatang
Untuk melihat buntut kuda dikepang.[/su_note]

Paman ke sawah menanam padi
Padi ditanam dimangsa burung
Suara letusan gunung berapi
Terdengar kaget rambutpun kuncung.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Sumedang dulu sebelum Bandung
Di jalanan naik sepeda
Sejak dulu hatiku bingung
Benar ternyata kamu mendua.[/su_note]

Burung terbang memakai topi
Terbang keawan seperti mimpi
Tertawa hati karena geli
Melihat kuda asyik bernyanyi.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Burung perkutut tersambar petir
Kayu jati untuk diukir
Jangan takut jangan khawatir
Hatiku setia sampai akhir.[/su_note]

Terlihat silau keemasan
Ternyata nenek unjuk gigi
Ingin kepantai untuk liburan
Melihat hiu pakai bikini.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pulau Jawa banyak batik
Pulau Sumatera banyak itik
Siapa dia wanita cantik
Dadaku bergoncang saat melirik.[/su_note]

Bercocok tanam menanam jati
Sawah ladang dicangkul berdiri
Bersikap sopan dan baik hati
Itulah orang yang aku cari.

Pantun Jenaka Berbalas

Pantun Jenaka Berbalas
ultimagsz.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Ayo kita naik pesawat
Pesawat indah ada empat

Kalau cinta sudah melekat
Tai kucing terasa coklat.[/su_note]

Pantun Balasan

Buah sukun disambar kilat
Disambarnya malah gak kenak.

Walaupun tai rasa coklat
Tetap aja gak enak.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Minum jamu dapat raskin
Beli jamunya di Surabaya.

Eh kamu udah miskin
Jangan deh kebanyakan gaya.[/su_note]

Pantun Balasan

Sungguh merah warna cincin
Warnanya merah indah merekah.

Biarlah sering disebut miskin
Yang penting senantiasa sedekah.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Dari mana melihat kunang,
Dari kebun mencari perahu.

Dari mana datangnya tenang,
Coba jelaskan kalau kau tahu.[/su_note]

Pantun Balasan

Haus lapar baru terasakan,
Buka puasa dengan ikan patin.

Berdzikir kepada Allah dibiasakan,
Niscaya tenang lahir dan batin.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Berolahraga di pagi hari,

Habis olahraga makan ubi.

Kamu ini malas sekali,

Sudah sore masih belum mandi.[/su_note]

Pantun Balasan

Sarapan pagi dengan nasi,

Tak lupa pakai ikan lele.

Walaupun aku belum mandi,

Yang penting tetap kece.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Siang-siang pergi ke pantai,

Tak lupa meminum air kelapa.

Itu muka apa lantai,

Muka kok jerawatnya.[/su_note]

Pantun Balasan

Warna hijau buah pepaya,

Buah pepaya manis rasanya.

Biarpun muka banyak jerawatnya,

Yang penting baik hatinya.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Pergi ke sawah mencari serangga,

Serangganya seekor laba-laba.

Bercerminlah di depan kaca,

Dahimu sebesar lapangan bola.[/su_note]

Pantun Balasan

Buah jeruk buah mangga,

Buah mangga asam rasanya.

Tak apa dahi selebar lapangan bola,

Yang penting banyak yang suka.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Melihat bulan di malam hari,

Sampai lupa digigit nyamuk.

Lawakanmu lucu sekali,

Tak jauh beda dengan seorang pelawak.[/su_note]

Pantun Balasan

Ke kebun binatang melihat buaya,

Buaya suka makan daging katak.

Terima kasih atas pujiannya,

Aku memang suka ngelawak.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Telor asin buatan si ummi,

Telor asin untuk sarapan abi.

Lihatlah diriku yang kaya ini,

Tak seperti dirimu yang miskin ini.[/su_note]

Pantun Balasan

Sarapan padi dengan ikan asin,

Walau ikan asin yang penting berkah.

Tak apa diri ini miskin,

Yang penting rajin bersedekah.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pantun

Petani ke sawah setiap hari,

Di sawah menggembala sapi.

Lihatlah aku ini,

Selalu bersedekah setiap hari.[/su_note]

Pantun Balasan

Pergi ke sekolah setiap hari,

Tak lupa membawa permen.

Buat apa sedekah setiap hari,

Kalau cumin buat dipamerin.

Pantun Jenaka Teka Teki

Pantun Jenaka Teka Teki

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Sawah luas sungguh indahnya
Banyak ditemui di pedesaan

Punya ekor ditaruh kepala
Hewan apakah gerangan?

(Jawaban : gajah)[/su_note]

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Ikut upacara pagi hari
Baris-berbaris dengan teratur

Suka keluar malam hari
Kalau siang malah tidur

(Jawaban : kelelawar)[/su_note]

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jalan-jalan ke Ciracas
Jangan lupa membeli padi

Jika engkau memang cerdas
Binatang apa tanduk di kaki?

(Jawaban : ayam)[/su_note]

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Buah melon buah nangka
Dijual di pasar buah-buahan

Coba jawab wahai saudara
Makin diisi semakin ringan?

(Jawaban : balon)[/su_note]

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pergi ke kota naik angkutan
Tidak lupa berkunjung ke balai kota

Punya sisik tapi bukan ikan
Punya mahkota tapi bukan raja

(Jawaban : nanas)[/su_note]

Pantun Jenaka Anak

Pantun Jenaka Anak

parenting.orami.co.id

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Membaca dongeng di tengah sawah
Sungguh indah alur ceritanya
Terburu-buru pergi sekolah
Sampai lupa tidak pakai celana.[/su_note]

Tempat kotor tempatnya nyamuk
Nyamuk takut sama burung perkutut
Badanmu itu gemuk
Sudah gemuk suka kentut.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Bermain bola di tengah lapangan
Bermain bersama sampai karatan
Siapa suka buang sampah sembarangan
Sudah pasti pacarnya orang utan.[/su_note]

Bunga melati untuk kekasih
Bila dipandang tiada jemu
Mari kita bersih-bersih
Sebersih cintaku padamu.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Bulan maret bulan april
Bulan april waktunya kemping
Kamu itu masih kecil
Giginya banyak yang ompong.[/su_note]

Pergi ke pasar beli nanas
Nanas manis warnanya kuning
Kamu itu sungguh manis
Tapi sayang giginya ompong.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pohon mangga kuat akarnya
Tebal sekali juga batangnya
Murid rajin pasti banyak ilmunya
Murid malas banyak bohongnya.[/su_note]

Didepan kaca kita berkaca
Hari minggu berlibur ke pantai
Rajin menulis serta rajin membaca
Itu pertanda anak yang pandai.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jalan-jalan ke Kota Jombang
Tidak lupa bersuka cita
Baca buku janganlah jarang
Karena buku jendela dunia.[/su_note]

Habis maju jangan mundur
Kalau lurus jangan berputar
Kamu itu kalau tidur
Suka ngorok sambil ngiler.

Pantun Jenaka Remaja

Pantun Jenaka Remaja
hellosehat.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Mangga muda jangan dibeli,
karena rasanya asam sekali.

Kusangka dia tetap sendiri.
Ternyata udah memiliki 6 suami.[/su_note]

Tanam pete dipinggir kali
petenya lari gak tau diri

Jangan miscall aja kalo berani
Telpon gue kalo memiliki nyali.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Butik berisi plaminan
Kotak malang melintang

Cantik tdk jdi jaminan
Ahlak yg di cari orang.[/su_note]

Sekolah melacak bebek
Topi kotak di dlm butik

Biarlah berwajah jelek
Tapi ahlak berwajah cantik.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jalan-jalan bersama kakak
Ditengah jalan lihat kepompong

Aku tertawa terbahak-bahak
Melihat kucing makan kedongdong[/su_note]

Ke bali bertemu bayu
Sekalian membeli pernak-pernik

Kalau kamu pintar merayu
Rayulah cewe cantik.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Nasi uduk tetap anget
Beli nye di tepi jalan

Yang kembali duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan.[/su_note]

Berjalan ke atas rotan
Liat bawah air ya kering

teringat adek di kala makan.
air mata jatuh ke piring.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Buah pisang buah tomat
disimpan didalam lumbung padi

Pantas tercium bau menyengat
rupanya kau belum mandi.[/su_note]

Api membakar ujung cerutu
membawa asap bersesak-sesak

Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu dan bedak.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat

Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat.[/su_note]

Limau purut masak di dahan
walau manis tak boleh dimakan

Biar penampilan seperti preman
Yang penting hati beriman.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Buah mangga rasanya manis
dibungkus rapat didalam peti

Sayang walau wajah nya artis
tapi gayanya macam hellokitty.[/su_note]

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang

Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Ada tuyul ketemuan
Ada juga kuntilanak

Kalau kamu takut begituan
Udah aja jadi anak.[/su_note]

Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang menuju petang

Ditunggu tunggu gak juga datang
Sekali datang kok nagih utang.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Buah mengkudu
dibungkus pelastik

Semua juga tahu
Kalau aku cantik.[/su_note]

Burung perkutut
burung kutilang

Kamu kentut
nggak bilang bilang.

Pantun Jenaka Cinta

Pantun Jenaka Cinta
pixabay.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Rumah mungil punya kolam,
Burung elang suka terbang.
Bekerja susah siang dan malam,
Semua demi adik tersayang.[/su_note]

Kapal laut Dewa Ruci,
Kuat hadapi ombak lautan
Kukira kembang bersih suci,
Rupanya sampah di jalanan.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Batik memang kain batik,
Dipakai anak berpipi gembil
Cantik memang wajahnya cantik,
Sayang orangnya suka mengupil.[/su_note]

Hujan turun hanya gerimis,
Air turun ke kali lebar.
Putus cinta terus menangis,
Menangisi utang yang belum dibayar.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kain sutra berwarna ungu,
Orang sakit minum jamu
Setelah bertahun aku menunggu,
Di pernikahan ini akhirnya kita bertemu.[/su_note]

Bukan kembang bukan terigu,
Hanya daun dibuat jamu.
Jangan bimbang jangan ragu,
Abang pulang kan melamarmu.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Dari udik pergi ke kota,
Burung nuri terbang ke rawa.
Kukira adik di sana setia,
Rupanya tega adik mendua.[/su_note]

Dari mana datangnya lintah,
Dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
Dari mata turun ke hati.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Dari mana datangnya lintah,
Dari sawit turun ke peti.
Dari mana datangnya cinta,
Dari duit turun ke hati.[/su_note]

Terbang tinggi jauh melayang,
Lepas nuri dari kandang.
Banyak uang bilang sayang,
Tak ada uang Abang ditendang.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Bunga mawar pohon berduri,
Air manis di atas baki.
Dasar perempuan tak tau diri,
Maunya hanya duitnya si lelaki.[/su_note]

Pantun Jenaka Pendidikan

Pantun Jenaka Pendidikan
pixabay.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kehutan mencari rusa
Hendaklah mempunyai tali

Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi.[/su_note]

Jika anda pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras

Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh

Jika kita kepingin pintar
Belajarlah nyata-nyata.[/su_note]

Seorang gadis tertidur pulas
Sambil mengenakan syal

Selagi muda jangan malas
Biar tua tidak menyesal.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Danau tempat tinggal buaya
Yang terlihat hanya satu saja

Sekolah tidak membuat kaya
Di sana bukan tempat kerja.[/su_note]

Seorang anak membawa gitar
Ia berlari karena dikejar

Jika ingin menjadi pintar
Kamu harus rajin belajar.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Melihat anak berbaju kumal
Di depan toko cindera mata

Berusahalah dengan maksimal
Karena hasil sesuai dengan usaha.[/su_note]

Mengangkat meja yang sangat ringan
Untuk membetulkan lampu pijar

Dari pada berpangku tangan
Lebih baik pergi belajar.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Salah satu logam namanya baja
Logam juga namanya mangan

Pekerjaan tidak untuk dipikirkan saja
Tetapi untuk diselesaikan.[/su_note]

Burung merpati membawa batu
Dijatuhkan di perapian

Jika kamu mengerjakan sesuatu
Fokuslah untuk mencapai tujuan.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Hutan ini sangat sepi
Hanya terlihat beberapa gajah

Hidup harus punya mimpi
Karena mimpi adalah arah.[/su_note]

Pantun Jenaka Nasehat

Pantun Jenaka Nasehat
liputan6.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Makan rambutan warna merah
Pilih yang harum baunya

Perjuangan tumpah darah
Cintailah indonesia merdeka.[/su_note]

Makan nasi pakai bakwan
Disiram pakai kuah kari

Nusantara penuh keragaman
Lestarikanlah potensi negeri.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pergi ke masjid subuh-subuh
Pulangnya langsung pergi rapat

Mana mungkin cepat sembuh
Minum obat saja kamu tak sempat.[/su_note]

Pergi kerja ke kolam ikan
Memberi mereka semua pakan

Jangan sampai lupa makan
meski tidak ada yang mengingatkan.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Permainsuri tinggal di istana
Selalu menawan dimata raja

Berjuanglah mencapai cita-cita
Demi mengharumkan nama negara.[/su_note]

Bikin mie ayam pakai sawi
Ditambah bakso nikmat sekali

Keharusan menjadi manusiawi
Jadilah rakyat yang cinta damai.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Melihat rusa pergi berlari
Ke arah hutan yang sepi

Bangun, hari sudah pagi
Waktunya mewujudkan mimpi.[/su_note]

Pantun Jenaka Kehidupan

Pantun Jenaka Kehidupan
blog.nus.edu.sg

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kenapa mau panen kelapa
Padahal belum tumbuh tunas

Kenapa mau beli vespa
Padahal cicilan kompor saja belum lunas.[/su_note]

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh

Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Tiap nafas tiadalah kekal,
Siapkan bekal menjelang wafat.

Turutlah Nabi siapkan bekal,
Dengan sebar ilmu manfaat.[/su_note]

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi

Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya

Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya.[/su_note]

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;

Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jalan-jalan ke pantai Indrayanti
Jangan lupa membawa sepeda

Tak guna menanti nasib tak pasti
Kalau tak pernah mau berusaha.[/su_note]

Sehabis manis sepah dibuang
Sehabis gelap terbitlah terang

Habis uang jadilah ngutang
Tak sanggup bayar motor melayang

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jual kelapa laku sepuluh
Sisanya akan dikirim ke Padang

Susah nian punya anak sepuluh
Tidur seperti ikan pindang.[/su_note]

Turun hujan rintik-tintik
Memandang mendung di teras rumah

Harap hati punya pacar cantik
Syaratnya punya rumah dan mobil mewah

Pantun Jenaka Sindiran

Pantun Jenaka Sindiran
dailymotion.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kemarin melihat burung Merak
Yang sedang naik Otto

Jangan kamu ini norak
Ketemu bule saja berfoto.[/su_note]

Jalan-jalan naik delman
Keliling kota hingga senja

Teman mengaku teman
Kalau ada maunya saja.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Naik mobil merk Agya
Untuk pergi ke toko busana

Mantan saja sudah bahagia
Kenapa kamu masih merana.[/su_note]

Hari sabtu ikut pramuka
Kemahnya di lapangan Pema

Kenapa kamu tidak peka
Hati ini ingin bersama.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Mengerjakan pr di rumah Anya
pulangnya diantar naik delman

Makan saja semuanya
Bukankkah besok kamu tak butuh teman.[/su_note]

Kunang-kunang berlaksa-laksa
Di waktu hujan badannya basah

Pinjam uang setengah memaksa
Bayar hutangnya sangat susah.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pagi hari tanam bawang
Ada ular berkelat kelit

Seringkali minjam uang
Giliran dipinjam sangat pelit.[/su_note]

Pantun Jenaka Humor

Pantun Jenaka Humor
katasiana.com

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Hon ara dibuat gubuk
Pasang pasak biar tegak

Resiko asmara di dunia facebook
Cinta ditolah blokir bertindak..[/su_note]

Hari munggu sudahlah siang
Setelah sing menuju petang

Ditunggu tungu gak jua datang
Sekali datang kok nagih utang..

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Dari Mampang nemu kaca
Daun kelor rasa ketan

Liat aja tampang yang baca
udah kayak Kolor Setan.[/su_note]

Nasi rames, ditaro di kotak..
Batu dipahat, jadinya retak..

Saya gemes, kepingin jitak..
Kalau melihat, kepala botak.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Jalan-Jalan ke tambak
naiknya naik becak

ada apa di balik tembok
ada nenek lagi cebok.[/su_note]

Jalan Jalan ke kota paris
Lihat cwek berbaris baris

sungguh cantik cwek paris
tapi syang baunya amis.

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Kalau ada sumur diladang
Bolehlah kita menggosok gigi

Kalau anda diwarung padang
Bolehkah kita ditraktir lagi..[/su_note]

Ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati

Begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati..

[su_note note_color=”#73bef4″ text_color=”#000000″]Pisang nangka buat kolak
Jambu biji di blenderin

Kalo nona tetap galak
lebaran depan ga dimaafin..[/su_note]

Simak Vidio Kocak Bang Sapri Raja Pantun

Bagaimana, lucu kan contoh pantun jenaka di atas?

Terimakasih. Semoga bermafaat….

Admin Baru Membaca memperkaya ilmuku dan memperluas imajinasiku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.