Admin Baru Membaca memperkaya ilmuku dan memperluas imajinasiku.

Pantun Agama

Pantun Agama

Pantun Islami – Pantun Islami adalah jenis pantun yang berisi nasehat, ajakan, dan larangan berdasarkan agama yaitu agama Islam. Banyak cara dalam mengingat kan diri sendiri dan orang lain dan salah satunya adalah dengan pantun Islami ini.

Seringkali kita mendengar kata-kata bijak dan tak banyak kata-kata tersebut memotivasi kita. Dengan begitu kita terkadang harus menyampaikan sebuah nasehat dengan cara yang unik. Maka dengan pantun islami ini adalah cara unik juga menyenangkan dalam menasehati.

Berikut pantun Islami terbaik sepanjang masa.

Pantun Agama Islami Terbaik

Pantun Agama judul
Pantun Agama/ Sumber Image : Pixabay.com
Anak ayam turunnya lima

Mati seekor tinggal empat

Turut mengikuti alim ulama

Supaya betul jalan makrifat

 

Banyaklah hari antara hari

Tidak semulia hari jumat

Banyaklah nabi antara nabi

Tidak semulia nabi Muhammad

 

Delima baru dipenggal-penggal

Bawa galah ke tanah merah

Lima waktu kalau ditinggal

Ibu bapak pasti marah

 

Buah ini buah berangan

Masak dibungkus sapu tangan

Dunia ini pinjam-pinjaman

Akhirat kelak kampung halaman

 

Belah buluh bersegi-segi

Buat mari serampang ikan

Kuasa Allah berbagi-bagi

Lebih laut dan juga daratan

 

Asam rumbia dibelah-belah

Buah separuh didalam raga

Dunia ikut firman Allah

Akhirat dapat masuk surga

 

Ambil galah kupaskan jantung

Orang Arab bergoreng kicap

Kepada Allah tempat bergantung

Kepada nabi tempat mengucap

 

Baca Juga : Kumpulan Pantun Jenaka Lucu

 

Buat apa berbaju batik kalau

Tidak pake selendang

Buat apa berwajah cantik

Kalau tidak mau sembahyang

 

Pergi ke pantai membawa tikar

Harus permisi pada orang tua

Anak baik dan anak pintar

Pasti disayang oleh semua

 

Belatuk di atas dahan

Terbang pergi ke lain pokok

Hidup mati ditangan Tuhan

Kepada Allah kita bermohon

 

Sungguh indah pintu dipahat

Burung puyuh diatas dahan

Kalau hidup hendak selamat

Taat selalu perintah tuhan

 

Hallia ini tanam-tanaman

Ke barat juga akan rebahnya

Dunia ini pinjam-pinjaman

Ke akhirat juga akan sudahnya

 

Banyaklah masa antara masa

Tidak seelok masa bersuka

Meninggalkan sembahyang jadi biasa

Tidak takut api neraka?

 

Dua tiga empat lima

Enam tujuh delapan sembilan

Kita hidup takkan lama

Jangan lupa siapkan bekalan

 

Kalau tuan pergi ke mekkah

Singgah semalam di Kuala muda

Sembahyang itu adalah perintah

Jika ingkar masuk neraka

 

Ramai orang menggali perigi

Ambil buluh lalu diikat

Ilmu dicari takkan rugi

Buat bekalan dunia akhirat

 

Pak kulup anak juragan

Mati diracun muntahkan darah

Hidup di dunia banyak dugaan

Kepada Allah kita berserah

 

Letak bunga diatas dulang

Sisipkan daun hiasan tepinya

Banyak berdoa sembahyang

Mohon diampun dosa didunia

 

Bila todak melanda Singapura

Habis dikerat dicincang lumat

Bila khianat pada manusia

Dunia akhirat takkan selamat

 

Anak jantan anak temenggung

Pergi memburu sampai ke gombak

Lalu berhenti mengutip petai

Berani buat berani tanggung

 

Kalau takut di lambung ombak

Jangan berumah ditepi pantai

Kalau takut terkena sifat tamak

Janganlah kamu terus bersantai

 

Tubuh dijirat paduka tuan

Tidak cacat tidak selia

Didalam surga ada penantian

Hanya untuk yang beramal mulia

 

Kain basreng kain bertulis

Pakaian raja Bugis makassar

Dilaut mahfudz sudah tertulis

Janji sudah tak dapat ditukar

 

Cari lebah bersarang besar

Jangan tersengat racun berbisa

Janji Allah adalah benar

Jangan tertipu kehidupan dunia

 

Baca Juga : Kumpulan Pantun Nasehat Terbaru dan Terlengkap

 

Jalan-jalan naik kuda

Di persimpangan bertemu janda

Penderitaan akan selalu ada

Selama tak ada keikhlasan di dada

 

Indah embun di rerumputan

Berkilau bagai berlian

Hidup itu adalah pilihan

Maka pilihlah hidup dengan iman

 

Burung kenari burung pipit

Hinggap dan berkicau cuit-cuit

Meski beban hidup menghimpit

Tetap istiqomah disaat sempit

 

Panas-panas minum es belewah

Sesudah makan dan ikan bawal

Terus berusaha jangan menyerah

Kepada Allah kita bertawakal

 

Suku Dayak

Bercocok tanam

Buat apa uang banyak

Jika dapat dengan cara haram

 

Ada gadis perawan

Paling cantik di kampung

Hormatilah ibumu kawan

Karena surga ditelapak kakinya

 

Setelah senin hari selasa

Kemudian hari rabu setelahnya

Jika kau sadar telah berdosa

Cepatlah memohon ampun-Nya

 

Ke kebun binatang melihat rusa

Ada banyak sekali pengunjung nya

Begitu sering kita berbuat dosa

Berjanjilah tidak mengulanginya

 

Bunga besar bunga raflesia

Bunga kecil bunga melati

Cepatlah taubat wahai manusia

Janganlah menunggu mati

 

Dipohon mawar ada duri

Tidak seperti bunga melati

Sholatlah engkau setiap hari

Supaya tenang hati

 

Indahnya sore cakrawala

Sayang sekali tak berlama-lama

Kecantikan bukan segalanya

Tapi akhlak lah yang utama

 

Makan mendoan dikantin sekolah

Minumnya teh sisri bareng dullah

Maaf jika aku berbuat salah

Beritahu aku makan agar berubah

 

Hari minggu mancing dikali

Dipinggiran melihat buaya

Hidup didunia hanya sekali

Maka jalani dengan sebaiknya

 

Berguna hidup karena beradat

Adat lembaga jadi pakaian

Sempurna hidup karena syahadat

Syahadat dijaga kuat iman

 

Adat mati dikandung tanah

Dunia tinggal harta pun tinggal

Selamat mati mengandung ibadah

Banyak amal banyak bekal

 

Adat orang berjalan malam

Ada suluh jadi pedoman

Adat orang beragama islam

Ada petunjuk menerangi iman

 

Orang berkain menutup aurat

Sesuai dengan petuah hadist

Orang muslimin hidup beradat

Lakunya sopan mukanya manis

 

Di bulan Ramadhan orang trawih

Sembahyang membaca Qur’an

Orang beriman hidupnya salih

Dadanya lapang lakunya sopan

pantun agama islam
pantun agama islam/ sumber image : pixabay.com
Di bulan Ramadhan orang tadarus

Membaca Qur’an beramai-ramai

Orang beriman hatinya lurus

Duduk berjalan elok perangai

 

Di bulan suci banyak bertaubat

Memohon ampun kepada Allah

Orang beriman hidup bermanfaat

Sembarang kerja membawa faedah

 

Di bulan Ramadhan orang puasa

Menahan selera mengekang nafsu

Orang beriman hidup sentosa

Kepada Allah tempat bertumpu

 

Belatuk diatas dahan

Terbang pergi ke lain pokok

Hidup mati ditangan Tuhan

Kepada Allah kita memohon

 

Elok langkah karena pedoman

Elok laku karena beramal

Elok manusia karena beriman

Elok iman tiada bergoyang

 

Elok budi karena ikhlas

Elok kerja karena niat

Elok kaji karena dibahas

Elok manusia karena sifat

 

Elok adat karena dikaji

Elok kaji karena sunnah

Elok umat karena budi

Elok berbudi karena lillah

 

Siapa suka memegang adat

Mulia lah sifat dengan karenah

Siapa suka sembahyang sunat

Pahala dapat iman bertambah

 

Siapa suka duduk mengaji

Banyaklah ilmu dapat dikenang

Siapa suka mengelakkan budi

Ke hilir ke hulu disayangi orang

 

Siapa kokoh memegang adat

Kemana pergi hidup semenggah

Siapa senonoh dalam ibadat

Hidup dan mati beroleh berkah

 

Siapa memakai adat lembaga

Kemana pergi disayang orang

Siapa pandai syariat agama

Hidup mati tidak terbuang

 

Siapa kokoh memegang iman

Hidup matinya tidak akan sesat

Siapa senonoh menyembah Tuhan

Dunia akhirat badan selamat

 

Di bulan Ramadhan banyakan amal

Supaya dosa diampuni Tuhan

Orang beriman hidup berakal

Menggunakan usia untuk kebaikan

 

Anna abadi pergi berenang

Sambil berenang berdendang sayang

Jika hidup dikarunia senang

Jangan lupa tikar sembahyang

 

Indragiri pasirnya lumat

Kepah bercampur dengan lokan

Sedangkan nabi kasihkan umat

Inikan pula seorang insan

 

Bulu merak cantik berkaca

Gugur sehelai kedalam baldi

Jika tak banyak kitab dibaca

Jangan mengaku khatib dan kaldi

 

Anak ayam turun sepuluh

Mati seekor tinggal sembilan

Duduk berdoa kepada Tuhan

Minta Allah jalan ketetapan

 

Keras di hutan terlompat-lompat

Si pemburu memasang jerat

Hina sungguh sifat mengumpat

Dilaknat Allah dunia akhirat

 

Harimau belang turun sekawan

Mati ditikam si janda balu

Ilmu akhirat tuntutlah tuan

Barulah sempurna segala fardhu

 

Kemuning didalam semak

Jatuh melayang ke dalam paya

Meski ilmu setinggi tegak

Tidak sembahyang apa gunanya

 

Naik delman ditarik kuda

Melintasi desa dan rawa-rawa

Harta tak dibawa saat kau tiada

Amal sholehah yang akan kau bawa

 

Ada harimau dihutan belantara

Janganlah kesana karena itu berbahaya

Hidup di bumi hanya sementara

Pergunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya

 

Baca Juga : Kumpulan Pantun Teka Teki Lucu dan Seru

 

Paling enak makan dipesta

Kalau dirumah menunya biasa

Janganlah menangis karena cinta

Tapi menangislah karena dosa

 

Beli TV berserta antena

Setelah dipasang nonton bola persib vs persija

Wahai manusia janganlah berzina

Jika tak tahan menikahlah saja

Asam kandis Asam gelugur

Ketiga asam riang-riang

Menangis di pintu kubur

Teringat badan tidak sembahyang

 

Kemumu di dalam semak

Jatuh melayang selaranya

Meski ilmu setinggi tegak

Tidak sembahyang apa gunanya

 

Jalan-jalan ke carita

Nemu uang sejuta

Buat apa jatuh cinta

Kalau ngaji pun tak bisa

 

Di meja ada buah tomat

Disana juga ada buah nanas

Hai sobat ayok kita sholat

Biar kita jadi orang cerdas

 

Anak ayam turunnya lima

Mati seekor tinggal empat

Kita hidup mesti beragama

Supaya hidup tidaklah sesat

 

Pak Haji memakai jubah

Singgah sembahyang di tengah kampung

Kalau sudah kehendak Allah

Rezeki senggenggam jadi sekarung

 

Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia bulan puasa

Banyak Tuhan perkara Tuhan

Tidak semulia Tuhan yang Esa

 

Redup bulan nampak nak hujan

Pasang pelita sampai berjelaga

Hidup mati ditangan Tuhan

Tiada siapa dapat menduga

 

Daun tetap diatas dulang

Anak udang mati di tuba

Dalam kitab ada terlarang

Perbuatan haram jangan dicuba

 

Terang bulan terang bercahaya

Cahaya memancar ke tanjung jati

Jikalau hendak hidup bahagia

Beramal ibadat sebelum mati

 

Asam kandis Asam gelugur

Ketiga Asam si riang-riang

Menangis mayat di pintu kubur

Teringat jasad tidak sembahyang

 

Kulit lembu celup samak

Mari buat tapak kasut

Harta dunia janganlah tamak

Kalau mati tidak di ikut

 

Encik borhan seorang keranji

Terkemut-kemut bila meniti

Tinggalkan sembahyang terlalu berani

Seperti tubuhnya takkan mati

 

Sayang-sayang buah kepayang

Buah kepayang hendak dimakan

Manusia hanya boleh merancang

Kuasa Allah menentukan

 

Masa berada di pulau jawa

Rakan diajak pergi menjala

Maha Berkuasa jangan dilupa

Kuasa Allah tidak terhingga

 

Nyiur mudah luruh setandan

Diambil sebiji lalu dibelah

Sudah nasib permintaan badan

Kita dibawah kehendak Allah

 

Daun tetap diatas dulang

Anak udang mati dituba

Dalam kitab ada terlarang

Yang haram jangan dicoba

 

Bunga kenanga diatas kubur

Pucuk sari pandan Jawa

Apa guna sombong dan takabur

Rusak hati badan binasa

 

Hidup manusia hanyalah sekali

Waktu tak terasa dijemput mati

Kerakusan insan tak akan pernah berhenti

Kecuali kubur mengunci diri nanti

 

Keras dihutan melompat-lompat

Si pemburu memasang jerat

Hina sungguh sifat mengumpat

Dilaknat Allah dunia akhirat

 

Kalau bulan merindukan mentari

Tentu malam akan rindu siang

Kalau hati cinta ilahi

Tentu dirinya akan merasa tenang

 

Air dan api selalu berlawanan

Langit dan bumi adalah berjauhan

Kalau hati penuh kedengkian

Siapalah orang yang akan mau berteman

 

Serigala suka makan garam

Dia makan pakai tiga moncong

Rumah kumuh sangat seram

Karena ada banyak pocong

 

Naik kereta di hari selasa

Tidak lupa berbahagia

Janganlah menangis karena cinta

Tetapi menangislah karena dosa

 

Beli kornet ikan tuna

Belinya ditoko pak haji

Janganlah engkau dekati zina

Karena sungguh itu perbuatan keji

 

Sudah tiga bulan jualan rumah

Ada yang beli orang kaya

Dunia ini memang indah

tapi jangan sampai terpedaya

Inilah kumpulan pantun agama, mulai dari jenis pantun agama yang berisi nasehat, ajakan, dan larangan berdasarkan agama yaitu agama Islam.

Admin Baru Membaca memperkaya ilmuku dan memperluas imajinasiku.

Susunan Panitia

Dik Dik
5 min read

Susunan Acara Halal Bihalal

Dik Dik
5 min read

Susunan Acara Pernikahan

Dik Dik
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *