Motif Batik Bunga Beserta Makna dan Sejarahnya

Motif Batik Bunga- Motif batik merupakan kerangka gambar yang akan mewujudkan batik secara keseluruhan. Sumber lain mengartikan bahwa motif batik adalah kerangka gambar pada batik berupa perpaduan antara garis, bentuk dan isen menjadi satu kesatuan yang mewujudkan batik secara keseluruhan.

Motif-motif batik itu antara lain adalah motif hewan, bunga, manusia, geometris, dan motif lain.

Motif batik sering juga dipakai untuk menunjukkan kepribadian seseorang. Beberapa motif yang kerap menghiasi batik pesisiran ialah bunga.

Bunga-bunga ini tentunya tidak sekedar menjadi hiasan, tetapi bermakna mendalam sekaligus mempercantik kain batik.

Pengertian Motif Batik Bunga

Makna Motif Batik Bung
beritagar.id

Kain batik merupakan hasil dari karya yang diciptakan dari kreatifitas seseorang atau individu. Individu dalam masyarakat merupakan sebuah bagian dari satuan terkecil unsur masyarakat.

Seseorang yang membuat batik jika hanya menghasilkan satu saja, namun  berulang dengan bentuk yang berbeda mungkin dapat disebut sebagai seniman. Di sisi lain, karyanya tersebut dibuat secara massal dalam jumlah besar maka dia dapat disebut sebagai pengrajin. Dari tangan para seniman dan pengrajin inilah tercipta sebuah karya seni yang luar biasa.

Makna Motif Batik Bung

Motif Batik Bunga
republika.co.id

Kain batik memiliki makna filosofi, tetapi harus dilihat dari tertentu. Kain batik dengan motif tertentu seperti sida luhur, sida mukti memang pada jamannya merupakan motif batik yang memiliki makna filosofi yang dalam yaitu harapan bagi pemakainya untuk memiliki kedudukan yang luhur, perilaku yang luhur, dan jabatan yang tinggi.

Salah satu motif yang kerap menghiasi adalah Motif bunga. Bunga-bunga ini tentunya tidak sekedar menjadi hiasan, tetapi bermakna mendalam sekaligus mempercantik.

Motif Batik Bunga Plum

Motif Batik Bunga Plum
Motif Batik Bunga Plum

Dalam bahasa Mandarin, bunga plum bisa disebut dengan meihua, penanda dimulainya awal musim semi. Setiap  musim semi datang, bunga inilah yang pertama kali mekar. Makna tersiratnya, bunga ini membawa harapan baru, keberuntungan, dan juga keberanian.

Umumnya, bunga plum memiliki lima kelopak. Jumlah kelopaknya memiliki makna keberuntungannya sendiri, yakni umur panjang, kekayaan, kesehatan, kebajikan dan keinginan untuk meninggal dengan normal di usia lanjut.

Motif Batik Bunga Anyelir (Carnation)

Motif Batik Bunga Anyelir
Motif Batik Bunga Anyelir

Bunga ini menyimbolkan/melambangkan kesuburan, pernikahan, dan rezeki yang berlimpah. Bunga ini konon berasal dari daerah  Persia, dibawa ke Indonesia melalui saudagar dari India. Motif bunga anyelir terdapat pada batik Lasem dengan istilah teluki.

Motif Batik Bunga Anggrek

Motif Batik Bunga Anggrek

Bunga ini sangat cantik juga memiliki banyak makna di dalamnya. Menurut aminama.com, anggrek menjadi simbol kemuliaan, moralitas yang tinggi, kerendahan hati, keanggunan, kecantikan, serta kesuburan. Biasanya pemakai kain batik bermotif anggrek akan mengambil harapan kemuliaan dan juga kerendahan hati dari batiknya.

Motif Batik Bunga Krisan

Motif Batik Bunga Krisan
Motif Batik Bunga Krisan

Bunga yang sering mekar di musim gugur, dan banyak pohon yang menggugurkan dedaunannya. maka dari itu, bunga seruni disimbolkan sebagai ketabahan menghadapi keadaan. Tak hanya itu, bunga seruni juga menisyratkan umur yang panjang, , kesejahteraan dan kebahagiaan di usia tua.

Motif Batik Bunga Teratai (Lotus)

Motif Batik Bunga Teratai
Motif Batik Bunga Teratai

Bunga ini dianggap sebagai lambang kesucian, sebab Buddha sering digambarkan sedang bermeditasi di atasnya. Selain itu, Lotus juga dihubungkan dengan simbol kematangan, harmoni, kebahagiaan dan kecantikan. Bahkan biji lotusnya sendiri merupakan simbol kesuburan. (Esther Novita Inochi)

Motif Batik Populer Khas Indonesia

Motif Batik Indonesia
infobatik.id

Batik dan Indonesia, seperti 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Batik merupakan budaya khas Indonesia yang telah digunakan sejak dahulu kala. Dulu batik sangat umum dipakai sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Indonesia.

  1. Batik Megamendung (Cirebon)
  2. Batik Tujuh Rupa (Pekalongan)
  3. Batik Parang Rusak (Solo)
  4. Batik Keraton (Jogja)
  5. Batik Priyangan (Tasikmalaya)
  6. Batik Lasem (Rembang)
  7. Batik Bali (Pulau Dewata)
  8. Batik Pring Sedapur (Magetan)
  9. Batik Malang (Kota Malang)
  10. Batik Betawi (Jakarta)

Motif Batik Indonesia

Motif Batik Indonesia
goodnewsfromindonesia.id

Berikut kita adalah jenis-jenis batik di Nusantara :

  1. Motif Batik Tolak Angin (Aceh)
  2. Motif Batik Singa Barong (Bali)
  3. Motif Batik Gajah Oling (Banyuwangi)
  4. Motif Batik Jonegoroan (Bojonegoro)
  5. Motif Batik Semangi (Suarabaya)
  6. Khantil, Srimpang, Waljinah (Banyumas)
  7. Motif Batik Datulaya, Kaibonan, Kawangsan, Kesatriaan (Banten)
  8. Motif Batik Besurek, Kaganga, Beremis (Bengkulu)
  9. Motif Batik Keraton (Cirebon)
  10. Motif Batik Maos (Cilacap)
  11. Motif Batik Rereng Seno (Ciamis)
  12. Motif Batik Beasan (Cianjuran)
  13. Motif Batik Cirendeu, Ciawitali, Curug (Cimahi)
  14. Motif Batik Masjid Agung, Cupit Kepiting, Tigo Rangsik, sabet Rangsik, Ulam Segaran (Demak)
  15. Motif Batik Salem (Brebes)
  16. Motif Batik Salakanagara, Terogong, Tumpal, Vector, Ciliwung (Betawi)
  17. Motif Batik Gumelem (Banjarnegara)
  18. Motif Batik Sakereh (Madura)
  19. Motif Batik Topeng, Teratai Singo, Kucecwara (Malang)
  20. Motif Batik Jlamprang, Liong, Semen (Pekalongan)
  21. Motif Batik Tegalan (Tegal)
  22. Motif Batik Sido Mukti, Slobog (Solo)
  23. Motif Batik Ceplok (Yogyakarta)
  24. Motif Batik Priangan (Tasik)
  25. Motif Batik Cengkeh (Jombang)
  26. Motif Batik Gajah mada, Satrio Manah, Baronggung (Tulungagung)
  27. Motif Batik Bolleches  (Kediri)
  28. Motif Batik Ceplok (Kudus)
  29. Motif Batik Parang Poro (Jepara)
  30. Motif Batik Tanah Liek (Minangkabau)
  31. Motif Batik Angso Duo (Jambi)
  32. Motif Batik Dayak (Samarinda)
  33. Motif Batik Shaho (Balikpapan)
  34. Motif Batik Sasirangan (Banjarmasin)
  35. Motif Batik Sendang (Lamongan)
  36. Motif Batik Gedog (Tuban)
  37. Motif Batik Batik Pisang (Lumajang)
  38. Motif Batik Warak (Semarang)
  39. Motif Batik Pala, Cengkih, Parang, Salawaku (Maluku)
  40. Motif Batik Songket (Palembang)
  41. Motif Batik Welirang Gendomukti (Pasuruan)
  42. Motif Batik Cendrawasih, Tifa Honai, Asmat, Sentani, Kamoro (Papua)
  43. Motif Batik Lasem (Rembang)
  44. Motif Batik Wayang Suket (Purbalingga)
  45. Motif Batik Retno Kumolo (Madiun)
  46. Motif Batik Pring (Magetan)
  47. Motif Batik Burung Merak, Dadak Merak, Reog, dan Singa (Ponorogo)
  48. Motif Batik Dayak (Pontianak)
  49. Motif Batik Benang Bintik (Palangkaraya)
  50. Motif Batik Damar Kurung (Gresik)

Sejarah Batik di Indonesia

Batik di Indonesia
thejakartapost.com

Sejarah batik terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kesenian batik yang ada di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta para raja-rajanya. Kesenian batik secara cepat meluas di Indonesia dan khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Teknik batik sendiri telah diketahui lebih dari 1.000 tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik sangt cepat meluas di beberapa besar negara contohnya di Afrika Barat seperti:

  • Nigeria
  • Kamerun
  • Mal

Serta di Asia Seperti :

  • India
  • Sri Lanka
  • Bangladesh
  • Iran
  • Thailan
  • Malaysia
  • Indonesia.

Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap tergolong baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu.

Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas hanya di dalam keraton saja dan batik hanya  dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para pembesar. Oleh karena banyak dari pembesar tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.

Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Bahan-bahan pewarna yang dipakai ketika membatik terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari :

  • Pohon mengkudu
  • Tinggi
  • Soga
  • Nila

Bahan sodanya dibuat dari soda abu, sedangkan garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Sejak 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Oleh Karena itu, setiap tanggal 2 Oktober akhirnya menjadi momen peringatan hari batik nasional untuk di Indonesia.

Dalam perkembangannya ada berbagai macam jenis batik yang tersebar di Indonesia.

Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *