√114+ Contoh Majas Litotes Beserta Pengertianya ( LENGKAP )

Contoh Majas Litotes- yaitu salah satu macam dari majas dalam Bahasa Indonesia. Litotes adalah majas yang mengeluarkan perkataan dengan rendah hati dan lembut.

Biasanya hal ini bertujuan dengan menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan.

Pengertian Majas Litotes

Pengertian Majas Litotes
pixabay.com

Majas yang yang mengambarkan suatu keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebetulnya guna merendahkan diri, padahal maksudnya tinggi.

Dalam pengertian yang lain Litotes yaitu majas yang merendahkan suatu hal yang baik menjadi tidak baik atau dalam kata lain mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Majas Litotes sendiri merupakan majas yang pertentangan yang bermaksud mempengaruhi orang lain dengan cara merendahkan diri. Dalam pengungkapkannya, litotes mengurangi atau melemahkan fakta yang sebenarnya.

Litotes dapat diartikan sebagai ibarat seperti mengecilkan fakta. Biasanya digunakan untuk menjaga kesopanan atau menghaluskan.

Contoh Majas Litotes

Contoh Majas Litotes
nurfasta.com

Setelah kita memahami tentang pengertian dari majas litotes, selanjutnya saya akan mencoba memberikan beberapa contoh majas litotes.

Majas litotes sebenarnya sering kita jumpai dalam komunikasi kita sehari-hari. Namun terkadang, banyak juga yang bisa kita temui di beberapa suatu karya seni sastra contohnya seperti pantun, puisi, drama, teater, sinetron, dan banyak lain sebagainya.

Contoh Majas Litotes Kalimat

Contoh Majas Litotes Kalimat
pixabay.com

Berikut adalah contoh dari majas litotes pada kalimat :

  • Saya hanyalah karyawan intelek yang sehari-harinya makan nasi putih dan garam.
  • Saya merampungkan S2 di Spanyol dengan otak yang tumpul.
  • Dengan televisi butut ini hiburan sehari-hari ku.
  • Apalah dayaku hanya orang biasa yang hendak menyunting wanita sepertimu.
  • Terimalah cintaku yang tidak seberapa ini.
  • Saya hidup pas-pasan di kota kecil ini.
  • Sehari-harinya saya hanya makan seadanya.
  • Kami hanyalah laki-laki biasa yang sangat tidak pantas menerima penghargaan ini.
  • Motor ini adalah hasil usaha kecil-kecilan dari kita.
  • Mungkin kamu tidak akan betah dirumah aku yang hanya beralasan tikar.
  • Ayahku selalu bekerja dengan menggunakan mobil biasa.
  • Aku hanya memakai tas plastik ini ke sekolah.
  • Bagaikan langit dan bumi, aku ini tidak pantas bila disandingkan dengan kamu yang sempurna ini.
  • Menu Warung ini bekal siangku hari ini.
  • Otakku takkan mampu memahami materi ini.
  • Pakaian rombeng inilah yang nantinya akan menjadi kebanggaanku saat kemana aku pergi.
  • Recehan demi recehan kukumpulkan untuk mengumrohkan orang tuaku tahun depan.
  • Pakaian semahal ini takkan muat untukku yang berbadan besar.
  • Mungkin lembar-lembaran kertas ini yang pelan-pelan bisa menutupi hutangmu.
  • Kau mungkin belum pernah ditemukan orang yang sebodoh aku.
  • Badanku yang kecil mana mungkin bisa disandingkan dengan pemain film terkenal itu.
  • Peranku tidak begitu penting dalam mengerjakan proyek ini.
  • Kususuri jalan dengan setapak demi setapak menuju impian ku.
  • Pegawai rendahan sepertiku ini tidak akan pernah sanggup berlibur ke tempat semewah ini.
  • Aku yang buruk rupa ini takkan bisa bersanding denganmu yang mempunyai wajah jelita.
  • Aku ini yang hanya bermodalkan ijazah berhasil berkarir di sebuah perusahaan ternama.
  • Pemberian dariku  ini takkan mampu membalas budi baikmu.
  • Pantaskah aku mendapatkan penghargaan ini?
  • Prestasi yang kudapat tidak ada apa-apanya bila dibandingkan prestasimu yang banyak itu.
  • Kamu lebih pantas memenangkan pertandingan itu dari pada aku.
  • Tubuhku yang lemah sangat tidak mungkin menyaingimu yang kuat seperti itu.
  • Dia yang sangat tampan takka mungkin bersanding denganku ini yang berwajah pas-pasan.
  • Jika kau ada waktu datanglah kesini ke pondok kami.
  • Alas kaki ini kubelikan saat aku liburan ke Yogyakarta.
  • Meskipun aku seorang anak dokter, aku ini tetaplah seorang siswa biasa.
  • Ini adalah coretan tanpa makna yang kuberikan untukmu.
  • Aku yang amatiran ini takkan mampu mengimbangimu yang profesional seperti itu.
  • Aku hanyalah sebutir pasir dipadang pasir.
  • Kugantungkan seuntai asa kepada putra sulungku ini.
  • Duduklah walaupun sekedar melepas lelah.
  • Rumah yang sekecil ini tidak mungkin menyenangkan bagimu.
  • Bantuanku yang tidak seberapa ini mungkin saja bisa mengurangi bebanmu.
  • Aku yang setua ini mana pantas bersekolah lagi.
  • Aku yang berwajah pas-pasan ini sangat tidak mu gkin ada yang mau meminang.
  • Tanganku selalu terbuka untukmu kapanpun kau perlu.
  • Diundang ke tempatmu saja aku sudah senang.
  • Silakan makan adonan sederhana ini.
  • Maaf, hanya sayur bening yang kami suguhkan kepadamu.
  • Badanku yang kurus kerempeng ini takkan mungkin memenangkan pertandingan atletik itu.
  • Secuil harapan kugantungkan di sini.
  • Meskipun memenangkannya, masih ada orang yang lebih hebat dariku.
  • Jangankan mobil, rumah mewah saja takkan sanggup aku membelinya.
  • Mungkin hanya dalam mimpiku untuk menjadi seorang dokter.
  • Aku hanya berandai-andai bisa datang ke tempat ini.
  • Jauh dari yang kubayangkan, aku berhasil mendapatkan beasiswa bergengsi itu.
  • Kau takkan menemukan apa-apa yang rendahan ini.
  • Tidak ada yang bisa dibanggakan dari orang cacat sepertiku.
  • Beristirahatlah di dipan kami.
  • Lampu semprong ini tidak begitu terang bagimu.
  • Penghasilanku hanya cukup untuk makan nasi kucing.
  • Masih terlalu dini jika aku tiba-tiba ikut proyek sebesar itu.
  • Hidangan buka puasa kami cuma sebiji kurma.
  • Penampilanku yang awut-awutan ini mana pantas disebut seorang eksekutif.
  • Minumlah air gula ini sekedar pelepas dahaga.
  • Cincin imitasi inilah pemberian dari ibuku.
  • Aku tinggal di sebuah lahan sempit.
  • Suaraku yang cempreng ini mungkin hanya jadi bahan tertawaan.
  • Ini hanya oleh-oleh dari kampung.
  • Rumah sangat sederhana ini tempat tinggalku bersama keluarga.
  • Aku bekerja sehari-hari hanya memenuhi kebutuhan dapurku.
  • Sebesar apapun usahaku mungkin aku tidak akan bisa lolos dalam tes itu.
  • Rumah beratap jerami inilah hasil usahaku selama ini.
  • Rajutan sederhana ini pemberian ulang tahun dari ibuku.
  • Buku usang inilah yang mengantarkanku masuk ke universtias idaman ku.
  • Otakku saya yang kurang cerdas ini takkan bisa mendapatkan kesempatan emas itu.
  • Hidangan kami sehari-hari hanya tahu dan tempe.
  • Meskipun saudagar kaya, aku tetaplah seorang anak kampung.
  • Meskipun tidak enak, sudikah kau mencoba buatanku ini?
  • Rumahku hanyalah rumah kayu biasa.
  • Aku hanya mengandalkan kemampuanku
  • yang terbatas untuk mencari rezeki.
  • Tubuhku yang lemah ini takkan mampu menghidupimu.
  • Usaha sampinganku menghantarkanku membuka toko di
  • sebuah pusat perbelanjaan.
  • Sekiranya anda mau menghadiri sambutan kecil kami.
  • Aku hanya anak bawang di antara mereka.
  • Lewat ungkapan sederhana ini kuucapkan rasa terima kasihku kepadamu.
  • Usaha abal-abalku mendapatkan dukungan dari keluargaku.
  • Terimalah buah tangan murah ini.
  • Mampirlah dulu meski seteguk air saja.
  • Mobil-mobilan ini adalah hasil usaha keluargaku.
  • Kertas buram mengantarkanku menduduki jabatan sekarang.
  • Segenggam harapan menjadi modalku hidup di perantauan.
  • Dia takkan tertarik denganku yang bangkotan ini.
  • Aku hanyalah peternak sapi yang ingin mempunyai bisnis yang sukses.
  • Harta yang kupunya hanya sebidang tanah.
  • Ilmuku yang tak seberapa ini mungkin bisa menyelesaikan masalahmu.
  • Tanganku yang kasar ini mungkin bisa sedikit menghilangkan pegalmu.
  • Aku takkan sanggup melewati semuanya tanpa dukungan dari kalian semua.
  • Sehebat apapun aku, tidak akan ada artinya tanpa kalian.
  • Jangankan membeli yang baru, untuk makan saja aku susah.
  • Orang desa sepertiku mana pantas menghadiri pesta itu.
  • Hanya tubuh renta ini yang menjadi penyambung hidupku.
  • Orang yang kuper seperti aku mana paham malasah yang kau ceritakan.
  • Aku hanyalah seorang yang berpendidikan rendah.
  • Tak ada yang istimewa dari diriku.
  •  Semua yang kumiliki berkat karunia dari Tuhan.
  • Orang sejorok aku takkan pantas menjadi duta kebersihan.
  • Dia yang setenar itu takkan mungkin berteman denganku yang rakyat biasa.

Contoh Majas Litotes Pantun

Contoh Majas Litotes Pantun
Pixabay.com

Berikut adalah majas litotes yang terdapat di pantun :

  • “Lempar batu kena mantan”
  • “Dialah bos perusahaan”
  • “Ayahku hanyalah pegawai biasa”

Penjelasan :

Contoh dari majas litotes yang terdapat pada kalimat pantun diatas terletak pada bagian isinya. Makna yang sesungguhnya dari isi pantun diatas adalah “ayahnya merupakan seorang bos” suatu perusahaan.

Pantun yang disampaikan diatas terdapat pada kalimat “ayahnya seorang pegawai biasa”. Hal itu terbilang majas litotes lantaran disampaikan dengan ungkapan merendahkan.

Contoh Majas Litotes Puisi

Contoh Majas Litotes Puisi
nurfasta.com

Dibawah adalah contoh majas litotes yang terdapat pada suatu karya sastra puisi.

Aku Ini Apalah

  • Aku ini sekedar jejak-jejak kaki musafir
  • pada serial catatan pinggir sisa bau pada baju
  • dan aroma busuk pada sisa cinta.
  • Aku ini hanya potongan cemas kok Tuhan
  • Aku hanyalah seratus meter kebun surat berita
  • yang habis tergilas si jago merah
  • sekeping puisi yang terpecah belah dihantam batalion iklan
  • tapi aku berhasil merain kesuksesan.

Penjelasan :

Dari puisi diatas kalimat “Aku ini cuma potongan cemas kok Tuhan” dan “Aku ini sekedar jejak-jejak kaki musafir serta “Aku ini hanyalah seratus hektar kebun surat berita”.

Kalimat diatas termasuk salah satu contoh majas litotes.

Bisa dianggap majas litotes karena? Ya, karena dari kalimat diatas terdapat suatau penyampain yang direndahkan. Yang sebenarnya adalah seseorang yang kaya dan sukses.

Makna tersebut direndahkan dengan “hanyalah seratus meter” dan “sekedar jejak kaki” serta  “cuma potongan cemas”.

Macam Macam Majas

Macam Macam Majas
nurfasta.com

Secara umum di Indonesia majas dibagi menjadi 4 macam turunan adalah majas pertentangan, majas perbandingan, majas sindiran dan majas penegasan.

Apa saja macam-macam majas itu :

             Majas perbandingan:

  • Majas Perumpamaan
  • Majas Personifikasi
  • Majas Metafora
  • Majas Simbolik
  • Majas Alegori
  • Majas Simile
  • Majas Metonimia
  • Majas Sinekdoke
  • Majas Pertentangan :
  • Majas Paradoks
  • Majas Antitesis
  • Majas Litotes
  • Majas Hiperbola
  • Majas Penegasan :
  • Majas Pleonasme
  • Majas Repetisi
  • Majas Tautologi
  • Majas paralelisme
  • Majas Klimaks
  • Majas Antiklimaks
  • Majas Sindiran :
  • Majas Ironi
  • Majas Sarkasme
  • Majas Sinisme

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *